Senin, 28 April 2014

WARNA ITU YA KALIAN..

Realita kehidupan yang sungguh membuat goresan grafik terindah.
Bagaimana tidak? ketika kehampaan bertemu dengan kebahagiaan yang menjadikan satu titik pacu dalam rangkaian hidup. Menderu bagai magma bergejolak yang bertegur-sapa kepada milyaran ton air laut.
Sunyi mendungus sepi seperti kereta tak berpenghuni, hanya ayunan kendali besi yang berbunyi bagai penuh misteri.
Banyak perbedaan dan beberapa kesamaan yang membuat kami menjadi nyaman. Kawan yang semula hanya bermula biasan perkataan "hai", kini menjadi tak berarti. Bukan tak berarti karna kami acuh tah acuh. Tetapi karena kami memang telah menelusup jauh dengan kesetaraan tema fantasi yang tanpa sadari kamu buat sendiri.
Hampir setiap orang yang tak mengenal kalian selalu memandang sinis akan tingkah absurd yang tercipta oleh gerakan mulut yang mengudara. Namun ya.. mereka memang belum tau kalian. Mereka belum mengenal kalian.
Ku akan perlihatkan keanehan dan kepiawaian mereka satu persatu, yang mungkin kalian akan mengenal mereka jika kuutarakan. Bagi kalian yang belum mengenal kalian bisa mendeskripsikannya sesuka hati dengan imajinasi kalian.
Akan kumulai.
*Berambut ikal, yang sering kalian sebut "mamih". Wanita ini terkadang terlihat sangat cablak, walau tak jarang ia memperlihatkan sisi keibuannya dengan dibarengi kebijaksanaan yang agung menjadikan semua orang ringkih (di matanya) ingin ia dampingi dan obati.
*Kode yang selalu ia lontarkan dan tingkah laku lugu tanpa rasa malu serta jawaban - jawaban yang menggunakan logika tinggi yang selalu ia jabarkan bahkan mungkin Albert Einstein pun tak pernah berpikir kearah sana. Perempuan ini khas dengan gaya kibasan rambut, dan tutur sapa yang lembut.
*Urusan marah-marah dan bikin orang sadar, dia jagonya. Banyak kesan mendalam pada orang ini, dan hanya dia yang mampu melakukan timbal balik ketika yang lain hanya menuntut untuk ku kepang pada tiap untai rambutnya. terimakasih :)
*Gadis manis yang dengan lugu nya berkata "itu kan kotor" , apalagi ditambah antusiasme toilet favoritnya yang berlokasi di toilet Pojok Gd.A lantai 1. Eh iya, terimakasih loh kotak maple nya hehe
*Agak males ngebahas dia sebenernya. Tapi orang ini yang selalu nemenin duduk berdua di depan kalau pulang naik angkt biru. Tingkah konyol dan kemasan yang benar-benar sempurna, membuat hari ini serasa selalu berwarna, bahkan saat hati ini mengalami kabut tebal. Terimakasih juga Bolpoin Maple nya
*Si tomboy berkulit gelap ini sih sukanya ngajakin nge-ceker atau nge-sego. Banyak hal yang bisa ku ambil darinya. Apalagi tatanan rambutnya yang menarik, hehe
*Cantik sih, tetapi banyak orang yang tertipu. Jika sudah kenal tingkahnya, ia bisa menjelma menjadi bundadara yang baik hati, bisa juga menjadi wanita yang bersahaja, ataupun wanita yang ringkih bergemelut rintik air di pipi.

Masih banyak pula para pejuang bersama yang membuat kehidupan ku bergejolak di kampus hijau tempat kami berpijak. Mulai dari para Alayers, Si Anak Orange, Si Anak Marketing, teman-teman lain yang tak bisa ku sebut semua dan sang kekasih tentunya.
Karena turut serta mereka aku berkembang, terlepas dari organisasi maupun dosen yang mengajari. Warna yang mereka berikan bukan main indah nya, kolaborasi yang menurutku mampu menjadi hiasan kuntum memori yang patut diingat di kemudian hari.
Tak banyak yang mampu ku ungkapkan, hanya rasa syukur mendalam yang mampu ku ucap.
Terimakasih telah menghadirkan mereka. Warna-warna baru di hidup yang akan bermetamorfosa menjadi suatu rangkaian gemelut rupa cantik ketika ku tatap jendela luar.
Terimakasih telah menjadi bagian dalam susunan kerangka masa depan ku.
Terimakasih kalian telah ada untuk mengisi corak baru dalam hidup berwarna ku.
TERIMAKASIH :)

Minggu, 27 April 2014

BERPIJAK PASTI

Meringkih terjal menuju raungan
Ketika memang malam tak lagi berimbun
Tersentak hati dimana telah  tergores embun
Yang menyelongsong jauh kepada buaian

Beratus dahaga kembali terjaga
Seperti rubik tanpa kesamaan warna
Terjalin lembut bingkai kasih sang juwita
Namun terpaut gemelut pria tak berjiwa

Kulihat mentari manakala tak berpenghuni
Tersirat bait berhias terik
Aku tak lagi mampu menginjak bumi
Kala nelangsa kembali menarik

Berada pada dahan yang bergelimpang
Seraya terpaan kuat sang gelombang
Tak mampu menahan, pasang bola ini kembali berair
Seperti berduduk karang berpeluk pasir

Tiba saat gumpalan gemuruh hitam
Menyeringai estetika tanpa daya hantam
Ku terus berpijak pasti
Pada karang lunak bak belati
Hingga mungkin raga ini mati
Dan luka tak lagi terbilah besi.



Selasa, 08 April 2014

Sadarkah Kau, Aku Disini???

Semuanya kini menjadi semakin berarti. Ketika memang kurasa dilema, saat pertama kali kau ungkap kata cinta. Hati ini tak berkesudahan berfikir dan memutar otak, dikala itu.
Namun kini semuanya berbeda. Saat ku rasa benar - benar berada pada jalur yang semestinya, kau menghilang. 
Berkali ku katakan, ya.. ini salahku. Tetapi belum cukup kah kau memberi sedikit rasa ini? rasa yang membuat kepala ini berkecimpung dalam alunan bait syair merdu, seakan terkaan bilah pedang terus menoreh luka yang teramat dalam. Tak cukupkah kau membuat ku terus bertanya. siapa dirimu? apa sebenarnya rasa itu sungguh ada? atau memang hanya bualan belaka?
Banyak hal yang memang ingin ku lakukan untuk mempertahankan jalinan suci ini. Tapi apalah arti sepasang sepatu jika memang sepatu tersebut hilang satu???
Dengan sangat jujur aku berucap, aku kecewa. Jika ada yang bertanya, apakah aku ingin bahagia?? tentu ku jawab YA! aku ingin bahagia, setiap manusia memang ingin selalu merasa bahagia.
Ku tengok lembaran putih berderet angka, yang diselingin rentetan huruf bertuliskan senin - minggu yang terpasang rapih di kamarku, aku berfikir. Ini umurku! sudah bukan saatnya aku bergelimat, mengucap kata - kata kasar dan menjadi seorang yang introvert hanya karena permasalahan seperti ini.
Sebagian berpendapat bahwa jenis hubungan seperti ini adalah yang dinanti - nanti. Ketika saling mengerti satu sama lain, fleksibilitas yang tinggi, dan rasa percaya yang tiada tara.
Hay kalian.. kalian tak mengerti rasa yang ku rasa. Tanpa kabar, tanpa semangat, tanpa motivasi, tanpa perhatian dan banyak tanpa - tanpa lainnya. Apakah kalian akan sanggup??

Seandainya saja, sedikit darimu bisa berubah seperti dulu..

Hal yang ku takutkan adalah ketika hati ini lemah. Ketika kekuatan itu berkurang. Ketika sel otak ini telah lelah berpikir dan ketika peri dalam hati ini tak lagi mampu menahan lonjakan emosi.
Tak ingin secepat itu ku ambil keputusan yang belum tentu jalan terbaik bagi hubungan ini.
Semua yang ku harapkan adalah sedikit perubahan darimu. Bukan.. bukan ku ingin menggurui akan jiwamu sendiri.
Tetapi.. ini aku, yang pernah menjadi perbincangan hebat ketika kau bersama teman - teman seperceritaanmu. Aku yang pernah menjadi kepentingan tersendiri dalam hidupmu.
Aku yang setidaknya pernah menjadi prioitas utamamu saat kau harus jauh dari pulau yang kita injak bersama. Aku yang sampai saat ini menjadi kekasihmu dalam status yang mungkin kau anggap tabu.
Sadarkah kau, aku disini???

Minggu, 16 Maret 2014

IT'S ALWAYS BEEN YOU

Tepat 3 (tiga) hari lagi tanggal tersebut akan kembali terulang untuk ke - 4 kalinya.
Berada di antara kebahagiaan dan kesedihan membuat semuanya semakin sulit.
Terkadang bahagia itu menghampiri, namun tak jarang kesedihan dan kekecewan ku pun jatuh pada titik klimaks.
Dulu, ketika keindahan itu tak henti menghampiri selalu saja aku yang merusak.
Ini memang salahku dan semua keegoisanku.
Seperti memercikkan api saat merendam diri dalam kubangan minyak, api itu berbalik, menyambar relung hati yang sama sekali tak siap kehilangan semua tutur manis dan prilaku lembutmu. 
Kebiasaan terdahulu dan sedikit trauma di masa lalu yang selalu membuat masalah ini semakin berlarut.
Meski kini aku belum kehilangan sosoknya, namun aku telah kehilangan figurnya.
Manusia bodoh ini merindukan dirimu, yang dahulu menjadi tempat bertawa-ria kala hati ini gundah. Manusia lugu ini merindukan dirimu, yang dahulu senantiasa memainkan petik demi petik syair lagu bernuansa akustik, ketika telinga ku dan kamu sama - sama terhubung pada earphone di masing - masing tempat kita berduduk sila, seraya menatap laptop dan menyanyi bersama.
Dendang lagu itu selalu kembali ku dengar.
Semakin lagu itu ku dengar, semakin deras pula hujan yang terselip di sisi kanan dan kiri batang hidung ku.
Ketika hujan itu semakin lebat, ku coba ambil barang indah pemberian papah di ulang tahunku yang ke - 19. 
Ku petik rangkai demi rangkai tiap senar dengan jemari yang dahulu kaku, hingga kini menjadi sangat energic saat menari di atas leher gitar ini.
Tak henti ku mencoba memainkan yang kau ajarkan, dan satu lagu permintaanmu yang sangat ingin ku nyanyikan di hadapanmu kelak.
Namun hingga saat ini pun, tak pernah sekali saja kau meminta.
Padahal itu hal yang aku tunggu. 
Jangankan untuk berkata "aku pengen liat dong kamu main unintended nya muse." , sudah hampir sebulan ini pun sangat bisa dihitung berapa kali kah pesan 
singkat mu mengisi daftar di ponsel ku?
Nama mu yang kini tak pernah mewarnai barisan panggilan masukku, selalu ku susun rapih. Berharap suatu saat kamu akan mengerti kenapa.
 Aku lelah, namun aku tidak ingin berkata lelah. Aku jenuh, namun tak ingin aku mengeluh. Aku kecewa, namun aku tak ingin membuat mu semakin menambah skat pada jarak kita.
Kita sudah terlalu jauh, aku dan kamu semakin terpisah. 
Ketika saat itu kamu tertidur di salah satu koridor kamupus, aku memegang ponselmu dan melihat sedikit galeri, aku tak pernah melihat satu sosok pun rupa ku dalam galeri ponsel mu, tetapi aku melihatnya, wanita yang dulu pernah menghiasi harimu, aku sakit! namun ku tahan rasa itu, aku harus bangkit.
Wanita ini hanya berdiri, kemudian berlari menuju toilet, dan menghapuskan seluruh air mata yang mengotori pipi merah merona. 
Banyak hal yang ku rindukan darimu, ketika kamu bermain "river flow in you", atau kita bernyanyi bersama saat ku perkenalkan "on the night like this".
Ketika pertama kali kamu mengantarku pulang, saat kaki kiri yang ku punya mengalami engkel. Bunga tulip pertama dalam hidupku yang ku dapatkan saat bersama mu.
Bermain "ayam" yang terlihat biasa, namun aku bahagia.
Aku merindukan semuanya, aku merindukan sosok mu di kala dulu.
Aku memang masih memilikimu, namun tak sedikitpun ku rasakan rasa tulus itu mengalir dari dirimu. 
Aku telah berusaha dan mengubah sikap buruk itu, tapi apakah ku mampu membangun sebuah ratusan anak tangga menuju bahagia hanya seorang diri? 
aku akan coba untuk terus berjuang, namun ku butuh seseorang untuk berdiri di puncak sana.
Aku butuh sosok manusia yang senantiasa memberikan pula rasa dan hatinya untuk pantas ku perjuangkan.
Berdiri di puncak sana, setia mengamati dan terus memberi motivasi supaya cinta ini tak lagi iritasi. 
Untuk menjadikan dirinya sebuah dorongan agar ketika ku menginjakkan kaki di puncak sana, aku tak merasa putus asa.  Dan semua yang ku butuhkan disana adalah kamu. It's always been you. 
Lis!

Rabu, 29 Januari 2014

Pemikiran Realistis Namun Belum Mencapai Taraf

Kali ini saya akan tulis mengenai hal yang akhir – akhir ini menjadi pertanyaan yang sering sekali muncul di otak saya. Saat ini saya masih menjabat sebagai mahasiswi tingkat 3 (tiga)  di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, umur saya pun belum genap menyentuh kepala dua. Entah apa yang mampu membuat saya terus menerus mencari jawaban atas pertanyaan yang saya buat sendiri, yaitu “apa sih penyebab rusaknya hubungan dalam berumah tangga?” atau pertanyaan seperti ini “apa benar puber ke 2(dua) itu ada? Apakah itu masa paling kritis dalam berumah tangga?”. 

Untuk manusia seperti saya yang masih duduk di bangku kuliah, rasanya hal itu tidak lazim di pertanyakan. Apalagi melihat umur saya yang masih menginjak belasan. Tetapi karena kerap kali melihat teman – teman yang sering mengeluh tentang hubungan keharmonisan ayah dan bunda mereka yang sangat limit, membuat saya terus bertanya. Dimanakah penyebab keretakan hubungan mereka? Apakah dari pihak laki – laki yang katanya akan mengalami puber ke 2 pada saat menginjak masa rentan yaitu 40 – 50 tahun ? ataukah kesalahan ada pada pihak perempuan yang terlalu mengekang laki – laki, sehingga sang laki – laki tidak merasa nyaman?

Entahlah.. yang sangat jelas sekitar 70% dari teman dekat yang saya miliki, memiliki keluhan yang sama pada kedua orang tua mereka. Ada yang hanya terguncang kemudian kembali utuh dan berakhir bahagia, tetapi ada pula salah satu teman yang tidak perlu saya sebutkan namanya sampai stress, karna menjadi korban atas perpisahan ayah dan ibu si teman saya tersebut.
Ketika suatu malam saya bertanya pada ibu saya “mah.. kenapa sih hubungan rumah tangga itu bisa hancur? Padahal tidak sedikit dari mereka yang sudah memiliki anak, bahkan anak itu sudah dewasa?” kemudian ibu saya menjawab “ya macam – macam alasannya, ada yang merasa sudah tidak cocok, ada yang memang karna main belakang, karna tidak nyaman antara satu sama lain. Ada juga yang berpisah karena faktor ekonomi maupun beban fisik dan psikis yang mereka tanggung masing – masing tidak bisa saling melengkapi”

Setelah saya tangkap apa yang ibu saya bilang, bisa dikatakan yang mendominasi perpisahan ataupun keretakan hubungan adalah individu yang tidak bisa mengerti akan pasangan nya masing – masing. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Tak jarang dari mereka yang berpisah berlandaskan hal tersebut adalah pasangan yang telah mengenal dan menikah berpuluh – puluh tahun. Jikalau mereka yang sudah mengenal selama itu saja masih bisa berpisah, bagaimana kabar kami para kawula muda yang dalam taraf ini masih berpacaran kurang dari sewindu, atau bahkan kurang dari satu tahun?
Kemudian jika alasan mereka karena tidak cocok, lalu untuk apa mereka menikah jika tidak menemukan kecocokan? Bukankah menjalin suatu hubungan yang berlandaskan ketulusan memang dipilih oleh hati dan naluri?

Sekali lagi, entah apa yang membuat saya berpikir seperti ini. Tetapi kekalutan dan ketakutan itu senantiasa datang ketika saya memikirkan tentang masa depan. Walaupun saya bersyukur bahwa saya terlahir dari keluarga, dimana orang tua saya memiliki keharmonisan yang sangat tinggi. Tetapi tanpa termunafiki, saya terkadang masih merasakan takut akan semua yang banyak terjadi kepada orang tua dari teman – teman sepermainan saya.

Walaupun sejauh ini tidak ada yang mengganggu konsern saya dalam hubungan yang saya punya, akibat perselingkuhan ataupun pihak ke tiga lainnya. Tetapi saya sangat berharap, hal itu tidak akan pernah menyentuh kehidupan saya. Karena bagaimanapun alasannya, perpisahan sangat berperan penting dalam perusakan fisik dan psikis anak – anak yang menjadi korban.

Dan pelajaran yang saya ambil, selagi masih muda belajarlah untuk mempersiapkan diri kedepan ketika kelak kita akan di panggil ayah ataupun bunda. Bukan hanya persiapkan materi dan mental menjadi orang tua yang bijak dan baik untuk anak. Tetapi juga persiapkan diri untuk menjadi teman hidup yang saling melengkapi terhadap pasangan anda nantinya, sehingga tidak perlu lagi ada anak – anak yang menjadi korban atas perpisahan dan permasalahan yang kedua orang tua mereka buat sendiri.

Minggu, 03 November 2013

S E P A T U

Kita adalah sepasang sepatu

Selalu bersama tak bisa bersatu

Kita mati bagai tak berjiwa

Bergerak karena kaki manusia


Aku sang sepatu kanan

Kamu sang sepatu kiri

Ku senang bila diajak berlari kencang

Tapi aku takut kamu kelelahan

Ku tak masalah bila terkena hujan

Tapi aku takut kamu kedinginan


Kita sadar ingin bersama

Tapi tak bisa apa-apa

Terasa lengkap bila kita berdua

Terasa sedih bila kita di rak berbeda

Di dekatmu kotak bagai nirwana

Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya


Ku senang bila diajak berlari kencang

Tapi aku takut kamu kelelahan

Ku tak masalah bila terkena hujan

Tapi aku takut kamu kedinginan


Kita sadar ingin bersama

Tapi tak bisa apa-apa

Kita sadar ingin bersama

Tapi tak bisa apa-apa

Terasa lengkap bila kita berdua

Terasa sedih bila kita di rak berbeda

Di dekatmu kotak bagai nirwana

Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya


Cinta memang banyak bentuknya

Mungkin tak semua bisa bersatu



LAGU DARI TULUS,

YANG DI TULIS UNTUK DI INGAT TERUS.


Senin, 15 April 2013

UNTUK KAK IDIK SULAEMAN dan KAK HUSEIN MUTAHAR :)

menitikkan air mata waktu saya baca artikel ini, ya.. saya adalah seorang yang terpilih menjadi seorang Paskibraka tk Kota Tangerang tahun 2010 bersama 49 orang lainnya, bagaimana tidak saya menangis, baju yang saya kenakan sewaktu SD - SMA, baju PDU (Pakaian Dinas Upacara) yang saya kenakan beserta atributya saat Pengukuhan, Pengibaran dan Penurunan duplikat Sang Saka Merah Putih, yaitu Evolet, MPG(Merah Putih Garuda) / LK (Lencana Kepemimpinan), Kendit yang bertuliskan "Pandu Ibu Indonesia Berpancasila", Met (untuk puteri) dan Peci (untuk putera), lalu ada Garuda yang terpasang indah di samping kiri met dan peci kami, Sarung Tangan yang melekat kuat di tangan kami, syal Merah Putih yang mengikat di leher kami dan sangat terasa dekat Merah Putih itu di hati kami, kemudian dempuran prak prok suara sepato pantofel(untuk puteri) dan sepatu PDH (untuk putera), dan seluruh baju kami beserta atribut yang tidak bisa di jabarkan satu persatu, mempunyai makna? sudah pasti punya, bukan sembarang orang yang membuat dan menciptakan nama PASKIBRAKA beserta atributnya tersebut, ialah kak Idik Sulaeman yang kemarin pada usia 80 tahun, Kak Idik wafat (4 April 2013) Jam 08:50 Di RS. Siloam #ppiberduka

Lalu pencetak sejarah Paskibraka yang sangat berpengaruh adalah kak Husein Mutahar, ya.. beliau adalah orang yang mencetuskan paskibraka dalam format pasukan 17 , pasukan 8 dan pasukan 45 sesuai kemerdekaan Republik Indonesia.. 


berikut ini adalah satu artikel yang membuat saya menangis :

Jumat, 15 Mei 2009
MUTAHAR & IDIK SEHARUSNYA KAYA RAYA
Kalau saja Husein Mutahar adalah seorang Ary Ginanjar Agustian, tentu Paskibraka akan menjadi jauh lebih besar dari sekarang. Kalau saja Idik Sulaeman adalah seorang Yves Saint Laurent, maka atribut Paskibraka tidak dipakai sembarangan seperti sekarang. Kalau keduanya digabungkan: Mutahar dan Idik pantas menjadi milyuner!

Ini sebenarnya cerita yang harus saya tulis bulan Agustus tahun lalu. Bagaimana pada suatu malam, seorang Idik Sulaeman hadir di depan 40 anggota Paskibraka DKI Jakarta 2008. Dengan tongkat dan tertatih-tatih, lelaki berusia 75 tahun itu masih bersedia hadir sebagai ikon Paskibraka atas undangan adik-adiknya, Paskibraka DKI Jakarta, pada saat forum latihan Paskibraka Nasional di Cibubur tak lagi mengundang dirinya.

Saat itu Kak Idik datang sendirian, tanpa pendamping, kecuali ditemani beberapa Pengurus PPI DKI Jakarta. Untung saja, dan biasanya selalu begitu, Kak Idik mengajak kami (saya Syaiful “Opul” Azram dan Budiharjo “Muztbhe” Winarno) untuk ikut. Kami datang? Tak mungkin tidak. Bagaimana bisa kami membiarkan seorang Idik --yang sudah kehilangan sebagian motoriknya akibat stroke beberapa tahun lalu dan agak sulit menyampaikan pikirannya kepada orang lain-- untuk menjelaskan soal Paskibraka dan menjawab pertanyaan seorang diri.

Dan benar saja, akhirnya kami berdua harus turun tangan (walaupun sebenarnya tak mengharapkan). Kak Idik hanya menjelaskan sepatah dua kata, sisanya kami yang meneruskan. Berbagai macam pertanyaan harus dijawab, maklum adik-adik Paskibraka DKI 2008 kan ingin tahu “makhluk” apa sebenarnya Paskibraka itu, dari A sampai Z.

Mulanya, tanggapan mereka datar-datar saja ketika sejarah Paskibraka dipaparkan. Mungkin, mereka sudah pernah membaca dari sumber mana saja, buku atau wikipedia. Tapi, mereka harus ternganga tak menduga, ketika diberitahukan bahwa selain menciptakan nama PASKIBRAKA dan mengusulkannya kepada Kak Husein Mutahar, Kak Idik adalah orang yang merancang semua atribut Paskibraka: mulai dari Seragam, lambang korps, lambang anggota, dan tanda pengukuhan seperti lencana merah-putih-garuda (MPG) dan kendit kecakapan.

Decak kagum dan tepuk tangan pun menggema, ketika dijelaskan bahwa orang yang ada di hadapan mereka itu jugalah yang merancang seragam sekolah dan atributnya: putih-merah untuk SD, putih-biru untuk SMP dan putih-abu2 untuk SMA, plus badge OSIS-nya.

Apa reaksi Kak Idik mendapatkan aplaus seperti itu? “Iya benar. Saya yang merancang semua itu. Tapi tidak dibayar…” ucapnya pendek. Dan, ucapan itu kembali disambut dengan tepuk tangan…

Apa inti dari cerita saya di atas?

Saya ingin membuka pikiran kita semua, Purna Paskibraka, bahwa para penggagas dan pencetus Paskibraka adalah orang-orang yang hebat. Mereka mempunyai pemikiran yang cerdas, matang dan melanglang jauh ke depan. Namun, di balik itu semua, mereka juga selalu bekerja dengan keras, ulet, dan… tanpa pamrih !!

Husein Mutahar menggagas Paskibraka dan berhasil menciptakan latihan mental-spiritual “Pandu Ibu Indonesia Ber-Pancasila” yang demikian komplit. Idik Sulaeman menggenapi apa yang dilakukan “kakaknya” dengan menyempurnakan silabus, sistem dan metode pelatihan… plus seragam dan atribut Paskibraka.

Bayangkan kalau paket latihan yang penuh nuansa dan kebanggaan ini dapat dikembangkan secara profesional menjadi pelatihan semacam “ESQ Leadership Training” ala Ary Ginanjar Agustian. Pelatihan Paskibraka akan menjadi lebih dahsyat dan menghasilkan alumni yang jauh lebih hebat !!

Kalaulah pelatihan “Pandu Ibu Indonesia Ber-Pancasila” dipatenkan menjadi sebuah pelatihan kepemimpinan yang profesional, berapa “income” yang bisa diperoleh seorang Husein Mutahar. Berapa banyak pelatihan Paskibraka yang dilaksanakan setiap tahun di seluruh Indonesia yang bisa memberikan royalti? Husein Mutahar bergelimang uang…

Kalaulah Idik Sulaeman mendaftarkan seluruh rancangannya ke Direktorat Hak Cipta, bayangkan royalti yang bisa diperolehnya dari setiap potong seragam Paskibraka. Berapa banyak pula hasil dari royalti pembuatan pakaian seragam sekolah dan atributnya. Kak Idik kaya raya…

Mestinya, seluruh Purna Paskibraka menyadari ini semua… Bahwa Husein Mutahar dan Idik Sulaeman sesungguhnya telah mewariskan sebuah memorabilia yang tak ternilai harganya.

Kalaulah Kak Mutahar masih ada, saya ingin mengungkapkan hal ini padanya sekarang. Kalau Kak Idik tidak memiliki keterbatasan di usianya yang lanjut, pasti akan saya ajak “kembali” untuk menata Paskibraka. Sayang, dua-duanya tidak lagi bisa saya lakukan. Yang bisa saya kerjakan hanyalah menuliskannya dalam kata-kata…

Sebenarnya, saya lelah mendengar cerita miring soal Paskibraka, soal pelatihannya yang kian hari kian jauh dari tujuan semula. Saya juga capek melihat aktivitas Purna Paskibraka yang hanya berkutat pada masalah-masalah sepele, debat kusir tanpa ujung-pangkal, atau rebutan kursi kepengurusan yang umurnya cuma empat atau lima tahun.

Padahal, kita semua melupakan satu hal yang paling esensial: bagaimana menjaga sejarah dan warisan Paskibraka yang nilainya tak terhingga. Lalu, mengelolanya menjadi sebuah aset yang dapat dikembangkan untuk kesinambungan pembinaan seluruh Purna. Tanpa bantuan orang lain, tanpa tergantung pada siapa pun.

Impian itu selalu datang dalam tidur saya… Tapi, yang saya temui adalah hari-hari yang sama keesokan harinya…

Ditulis oleh: Syaiful Azram, Paskibraka 1978
 
Gambar gambar
 KAK IDIK SULAEMAN
KAK HUSEIN MUTAHAR

PDU LENGKAP

LEBIH DEKAT

ATRIBUT LENGKAP

sekian artikel saya.. semoga makin menumbuhkan rasa nasionalisme kalian semua terutama di kalangan pemuda :)